link within

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

CONNECT WITH

Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAMI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 30 September 2011

Jejak Banjir Nabi Nuh Di Nusantara


Bukti Bencana Air Bah (Nabi Nuh).....Sampai Ke NUSANTARA
Banjir besar dunia (Bencana Nuh), berdasarkan temuan-temuan geologi diperkirakan terjadi pada sekitar tahun 11.000 SM atau 13.000 tahun yang lalu. Bencana Nuh ini juga melanda Nusantara. Hal ini bisa kita buktikan, dengan ditemukannya, ikan spesifik yang bernama ikan belido, pada dua pulau yang berbeda, yakni Sumatera (sungai musi) dan Kalimantan (sungai kapuas).
Diperkirakan, Pulau Sumatera dan Kalimantan, dahulunya menyatu, dimana sungai musi dan sungai kapuas, merupakan anak sungai, dari sebuah sungai, yang saat ini berada di dasar laut Selat Malaka. (sumber : Banjir di Zaman Nabi Nuh dan Forum Diskusi Banjir Nuh)

Berdasarkan ilmu Geografi, Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Jazirah Malaka dipisahkan oleh laut yang dangkal. Diperkirakan sebelum terjadi bencana Nuh, pulau-pulau itu berada dalam satu daratan, yang disebut Keping Sunda (Sunda Plat).

Beberapa ilmuwan, diantaranya Profesor Aryso Santos dari Brasil, menduga Keping Sunda ini, dahulunya merupakan benua Atlantis, seperti disebut-sebut Plato di dalam bukunya Timeus dan Critias.

Peradaban Tinggi Masa Lalu

Berdasarkan kepada penemuan naskah kuno di dalam Piramid Besar Cheops, yang mengatakan piramid dibangun ‘pada waktu gugusan bintang Lyra berada di rasi Cancer’. Menurut sejarawan, Abu Said El Balchi, peristiwa tersebut terjadi pada sekitar 73.300 tahun yang lalu.
Kemajuan teknologi di masa lalu, juga terlihat dari kecanggihan, kapal yang dibuat Nabi Nuh bersama pengikutnya, sekitar 11.000 SM (13.000 tahun yang lalu).

Mari kita sekedar membayangkan:

1. Kapal ini bisa memuat ribuan bahkan mungkin ratusan ribu pasang hewan, yang kelak menjadi nenek moyang hewan masa kini
2. Masing-masing hewan harus ditempatkan sesuai dengan habitatnya. Unta harus di tempat yang panas. Pinguin harus di daerah dingin. Belum lagi buat binatang-binatang kecil seperti semut, kutu, jangkrik, dll. Semuanya harus disiapkan tempat khusus. Kalau tidak, wah, jelas binatang-binatang kecil itu bisa terinjak-injak oleh binatang-binatang lainnya.
3. Untuk pelayaran berminggu-minggu jelas diperlukan gudang makanan yang besar dan canggih. Kalau tidak, bisa-bisa semua tikus dimakan ular, akibatnya tikus menjadi punah. Belum lagi makanan buat harimau, singa dan buaya. Untuk sapi, kambing dan kuda juga harus disiapkan rumput segar.
4. Tempat makanan juga harus steril, sebab kalau sampai hewan itu sakit lalu mati, hewan tersebut akan menjadi punah. Mungkin kita tidak akan pernah melihat lagi di masa sekarang kalau saja di masa itu telah punah.
5. Kapal tersebut juga dirancang agar tahan terhadap terjangan ombak dan air bah, yang mungkin 1000x lebih hebat dari tsunami. Dan harus menahan beban ribuan hewan.

Di dalam Al Qur’an diceritakan, gelombang air ketika itu laksana gunung, sebagaimana firman-Nya :

”Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung…” (QS. Hud (11) ayat 42-43).

Bahkan berdasarkan pendapat, salah seorang cendikiawan Muslim, Ustadz Nazwar Syamsu, dalam Buku Serial “Tauhid dan Logika“, bencana Nuh ini, telah mengakibatkan bergesernya kutub utara bumi, dari Makkah kepada posisinya yang sekarang.
Dengan memperhatikan, betapa dahsyatnya teknologi Bahtera Nuh ini, rasanya sulit bagi kita untuk mempercayai temuan Ekspedisi “Noah’s Ark Ministries International” (NAMI) dari Hongkong, yang mengklaim telah menemukan ”The Great Noah Ark”, di gunung Arafat Turki, pada ketinggian 4.000 meter, sekitar bulan April 2010.
Intinya, Kapal Nabi Nuh AS merupakan kapal tercanggih yang pernah dibuat umat manusia. Dan sampai saat ini, keberadaannya masih misterius.

http://situslakalaka.blogspot.com

Sabtu, 03 September 2011

TIKET KE NERAKA ITU MAHAL

SUARANYA sedikit serak dan matanya berkaca-kaca. Ia menuturkan betapa gembira istri dan anak-anaknya waktu mereka diajak makan malam di sebuah restoran di Bandung Utara. “Rasanya sudah lama sekali saya tidak berbincang-bincang dengan istri dan anak-anak saya,” tuturnya.


“Sekali-sekali makan di luar bersama keluarga sangat menyenangkan. Istri dan anak-anak saya kelihatan sangat berbahagia. Anak-anak saya banyak bercerita tentang berbagai kegiatannya dan juga banyak bertanya tentang berbagai macam hal. “Yang terpenting, kata teman saya itu, biaya untuk membahagiakan keluarga ternyata murah, tidak mahal”.

**

LALU ia membandingkan dengan berbagai kegiatannya sebelumnya. Ia bukan pemabuk, hanya sekali-sekali ia mabuk, kalau kelewat batas meminum minuman beralkohol. Pada restoran sedikit di atas kelas menengah, satu gelas single Whiskey dan Tequila adalah Rp 30.000. Kalau ingin gaya sedikit, sebotol Champagne harganya lebih dari Rp 1 juta. “Dengan uang sebanyak itu, saya dapat membahagiakan istri dan anak-anak saya untuk makan-makan di restoran lebih dari lima kali,” katanya.

Ia juga bukan penyanyi, tetapi ia pintar menyanyi dan suaranya lumayan bagus. Pernah ia berseloroh, “Kalau saya lelah jadi pengusaha, saya akan menjadi penyanyi”. Biasanya, ia minum-minuman keras di karaoke. Biaya yang dikeluarkan untuk menyewa ruang karaoke kelas VIP adalah Rp 1 juta dan untuk lebih meriah ia menyewa pemandu lagu (PL) dengan harga Rp 200.000 per jam.

“Mas tahu sendirilah,” katanya. “Seringkali saya kebablasan. Dari ruang karaoke pindah ke kamar hotel”. Jumlah uang yang dihamburkannya dalam semalam, menyamai gaji guru besar dalam sebulan.
“Itu belum seberapa mas,” katanya. Suaranya terdengar bangga namun terselip ada nada pahit. “Pada diskotek yang elite dan mewah, teman saya menyewa hostes dua juta tiap jamnya. Dan Mas dapat memperkirakan berapa besar uang yang harus dibayar teman saya kalau ia membawa hostes itu ke kamar hotel.”
**
“Itu adalah bagian dari masa lalu saya Mas,” tambahnya. “Kini saya kembali ke pangkuan keluarga. Kembali kepada istri dan anak-anak saya.”
“Mungkin inilah yang dinamakan hidayah,” katanya dengan mata menerawang jauh. “Saya hampir bangkrut karena judi. Mula-mula hanya iseng, recehan, seribu dua ribu rupiah, agar main gaplenya lebih serius. Namun, sekali lagi saya kebablasan, sebagian perusahaan saya sudah hilang dalam perjudian itu. Saya diselamatkan oleh rasa letih yang luar biasa, saya istirahat dan berhenti berjudi sehingga tidak semua perusahaan saya lenyap”.

“Saya hanya sedikit berkomentar, untunglah ia tidak seperti Pendawa Lima yang menjadikan negara sebagai taruhan dalam perjudian dan Pendawa Lima kalah.
“Ya, untunglah saya tidak seperti Pendawa Lima. Masih ada harta yang tersisa untuk hidup bahagia,” katanya sambil menarik napas lega.

“Hidup ini aneh,” tambahnya. “Semua yang saya lakukan dahulu itu, seperti mabuk-mabukan, melacur, dan berjudi, adalah tiket menuju neraka yang menyengsarakan. Kenapa lumayan banyak orang mau membeli tiket ke neraka yang harganya sangat mahal?”

DIA MENCIUM WANGI SYURGA

Di dalam sebuah hadits yang bersumber dari Abu Hurairah rhodiyallaahu ‘anhu, Rasululllah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda,” Ada tujuh golongan orang yang mendapat naungan Allah pada hari tiada naungan selain dari naunganNya… diantaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melakukan ketaatan kepada Allah.”
Dan di dalam sebuah hadits shohih yang berasal dari Anas bin an-Nadhr rhodiyallaahu ‘anhu, ketika perang Uhud ia berkata,”Wah …. angin surga, sungguh aku telah mencium wangi surga yang berasal dari balik gunung Uhud.”
***
Seorang Dokter bercerita kepadaku, ” Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata pasien tersebut adalah seorang pemuda yang sudah meninggal – semoga Allah merahmatinya -. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas segala kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit dan mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah ia marah dan jengkel ? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka, ‘Jangan khawatir! Saya akan meninggal … tenanglah … sesungguhnya aku mencium wangi surga.!’ Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat tersebut di hadapan para dokter yang sedang merawat. Meskipun mereka berusaha berulang-ulang untuk menyelamatkannya, ia berkata kepada mereka, ‘Wahai saudara-saudara, aku akan mati, maka janganlah kalian menyusahkan diri sendiri… karena sekarang aku mencium wangi surga.’
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadatAsyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah’ Ruhnya melayang kepada Sang Pencipta subhanahu wa ta’ala.

Allahu Akbar … apa yang harus aku katakan dan apa yang harus aku komentari… Semua kalimat tidak mampu terucap … dan pena telah kering di tangan… Aku tidak kuasa kecuali hanya mengulang dan mengingat Firman Allah subhanahu wa ta’ala,” Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan akhirat.” (Ibrahim : 27)

Tidak ada yang perlu dikomentari lagi.
Ia melanjutkan kisahnya,
“Mereka membawa jenazah pemuda tersebut untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudara Dhiya’ di tempat pemandian mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terakhir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesudah shalat Magrib pada hari yang sama.
Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullaah Shallallaahu ‘alahi wasallam bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat” . Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.

Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga pada persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Pada tubuh orang yang sudah meninggal itu (biasanya-red) dingin, kering dan kaku.
Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.
Subhanalllah … Sungguh indah kematian seperti itu. Kita memohon semoga Allah subhanahu wa ta’ala menganugrahkan kita khusnul khatimah.
Saudara-saudara tercinta … kisah belum selesai…
Saudara Dhiya’ bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabnya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya?
Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia dapatkan husnul khatimah (insyaAllah -red) yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-ngidamkannya; meninggal dengan mencium wangi surga.
Ayahnya berkata, “Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapat melaksanakan shalat Shubuh berjama’ah. Ia gemar menghafal al-Qur’an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU.”
Aku katakan, “Maha benar Allah” yang berfirman (yang artinya-red)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’ Kamilah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Fhushilat:30- 32)

***
Diambil dari : Serial Kisah Teladan Karya Muhammad bin Shalih Al-Qahthani, sebagaimana yang dinukil dari Qishash wa ‘Ibar karya Doktor Khalid al-Jabir.



Minggu, 21 Agustus 2011

Satu Kalimat yang Sering Disalahgunakan Namun Kedahsyatannya Sanggup Menjebol Tembok Ya'juj & Ma'juj

Di antara bangsa-bangsa manusia, tidak ada bangsa yang sekuat ya'juj ma'juj, sekejam ya'juj ma'juj, dan sebanyak ya'juj ma'juj. Namun tidak disangka, bahwa kelak yang membebaskan mereka dari tembok kokoh Dzulqarnain adalah kalimat 'Insya Allah'.

Ilustrasi


Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh An-Nadhar bin Al-Harits dan 'Uqbah bin Ani Mu'ith sebagai utusan kaum kafir Quraisy. Pertanyaan yang diajukan oleh kedua orang ini adalah bagaimana kisah Ashabul Kahfi?, Bagaimana kisah Dzulqarnain?, dan Apa yang dimaksud dengan Ruh?.



Rasulullah SAW bersabda kepada dua orang itu, "Besok akan saya ceritakan dan saya jawab." Akan tetapi Rasulullah SAW lupa mengucapkan "Insya Allah". Akibatnya wahyu yang datang setiap kali beliau menghadapi masalah pasti terputus selama 15 hari.



Sedangkan orang Quraisy setiap hari selalu menagih janji kepada Rasulullah saw dan berkata "Mana ceritanya? besok..besok..besok.." Ketika itu Rasulullah saw sangat bersedih. Akhirnya Allah menurunkan wahyu surat Al-Kahfi yang berisi jawaban kedua pertanyaan pertama, pertanyaan ketiga berada dalam surat Al-Israa ayat 85.

Allah berfirman pada akhir surat Al-Kahfii :





"Janganlah kamu sekali-kali mengatakan, '
Sesungguhnya saya akan melakukan hal ini besok,' kecuali dengan mengatakan Insya Allah." (QS Al-Kahfi :23-24)




Sebuah kalimat yang sering kita salah artikan tetapi orang yang paling mulia disisiNya, yang telah diampuni dosanya baik yang telah lalu dan yang akan datang pun ditegur oleh Allah SWT karena lupa mengucapkan "Insyaa Allah". Ada rahasia besar apa dibalik kalimat Insya Allah?



Perhatikan petikan ayat diatas, di ayat tersebut Allah memerintahkan manusia ketika semua rencana sudah matang dan pasti janganlah mengatakan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” tetapi harus diikuti dengan ucapan Insya Allah.



Sebab ucapan “Sesungguhnya aku akan mengerjakan besok” adalah sebuah 'ucapan kepastian', keyakinan diri jika hal itu benar-benar akan dilakukannya, bukan keraguan-keraguannya.



Benar, Insya Allah adalah penegas ucapan kepastian dan keyakinan. Bukan keragu-raguan. Dari situlah tubuh kita mengeluarkan semacam kekuatan dan kepasrahan total yang tidak kita sadari sebagai syarat utama tercapainya sebuah keberhasilan.



Manusia hanya berencana dan berikhtiar, Allah yang menentukan hasilnya. Manusia terlalu lemah untuk mengucapkan ‘pasti’, karena Allah sebagai sang pemilik tubuh ini dapat berkehendak lain.



Ingat baik baik! Jika kalian tidak yakin atau tidak dapat memastikan sebuah rencana, maka jangan pernah mengatakan Insya Allah, cukup katakan saja “Maaf, saya tidak bisa” atau “Maaf, saya tidak dapat menghadiri …”



Tetapi bila kalian yakin bisa melakukan rencana itu, maka katakanlah “Insya Allah”, niscaya kalian akan melihat sebuah ketentuan Allah sesuai dengan apa yang telah dijanjikan oleh-Nya.





"Mereka (Ya'juj & Ma'juj) berusaha untuk keluar dengan berbagai cara, hingga sampai saat matahari akan terbenam mereka telah dapat membuat sebuah lobang kecil untuk keluar. Lalu pemimpinnya berkata,'Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita pasti bisa keluar dari sini."



"Namun keesokkan harinya lubang kecil itu sudah tertutup kembali seperti sedia kala atas kehendak Allah. Mereka pun bingung tetapi mereka bekerja kembali untuk membuat lubang untuk keluar. Demikian kejadian tersebuat terjadi berulang-ulang."

"Hingga kelak menjelang Kiamat, di akhir sore setelah membuat lubang kecil pemimpin mereka tanpa sengaja berkata, “Insya Allah, Besok kita lanjutkan kembali pekerjaan kita dan besok kita bisa keluar dari sini."



"Maka keesokan paginya lubang kecil itu ternyata masih tetap ada, kemudian terbukalah dinding tersebut sekaligus kegaibannya dari penglihatan masyarakat luar sebelumnya."

"Dan Kaum Ya’juj dan Ma’juj yang selama ribuan tahun terkurung telah berkembang pesat jumlahnya akan turun bagaikan air bah memuaskan nafsu makan dan minumnya di segala tempat yang dapat mereka jangkau di bumi."
 
Jika kaum perusak sekelas ya'juj dan ma'juj saja bisa berhasil meskipun tanpa sengaja mengucapkan Insya Allah, bagaimanakah halnya dengan kita. Apalagi jika disertai dengan kesadaran dan penuh kepastian mengucapkannya. Yakinlah, janji Allah SWT selalu benar, Dia-lah sebaik baik penepat janji.



Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Harmalah dari bibinya berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Kamu mengatakan tidak ada permusuhan, padahal sesungguhnya kamu senantiasa memerangi musuh, sehingga datanglah Ya'juj dan Ma'juj; yang lebar jidatnya, sipit matanya, menyala (merah) rambutnya, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi, wajahnya seperti martil."





Ini adalah gambar bangsa Troll dalam cerita-cerita fiksi karangan orang Barat. Mungkinkah orang Barat sudah bisa membayangkan Ya'juj Ma'juj. Waallahu 'alam. Yang jelas mereka pasti lebih menakutkan dari gambar ini.




Sumber :

situslakalaka.blogspot.com

Ternyata 14 Abad yang Lalu, Fenomena [Facebook] Sudah Disinggung dalam Al-Quran

Suatu ketika selepas Ashar di Masjid Al Hikam. di salah satu pojok masjid tersebut terdapat Ranid dengan dua orang temannya yakni Ahmad dan Ilmi yang terlihat sedang mendiskusikan sesuatu. Kali ini tema yang diangkat seputar masalah I’jazul Quran (Mukjizat Al Quran). diskusi yang berjalan cukup santai namun sarat akan ilmu.

Ahmad adalah seorang mahasiswa salah satu PTS di Jakarta dengan program studi Matematika. Seorang calon pengabdi masyarakat dengan ilmunya. Ahmad selalu berupaya mengaitkan Al-Qur’an dengan bidang studinya matematika. Ahmad sering berkutat dengan angka-angka dalam Al-Qur’an.
Ahmad pun memulai diskusi. “Subhanallah alquran itu bener-bener mukjizat. gw pernah baca di Internet bahwa ternyata kata Yaum (hari) di dalam alquran sebanyak 365 kata sama seperti jumlah hari dalam satu tahun, kata syahr (bulan) disebutin 12 kali sama kayak jumlah bulan dalam satu tahun, sab’u (minggu) disebutin 7 kali sama dengan jumlah hari per minggu. Belum lagi kata-kata yang berlawan kata. Misalnya ad dunya 115 kali, al akhiroh juga 115 kali. Malaikat 88 kali sedangkan asy syayathin 88 kali juga. Al hayat 145 kali begitupun dengan Al Maut yang juga 145 kali. Belum lagi angka 19 yang disebutin dalam alquran surat Al Mudatsir ayat 30. Sebetulnya masih banyak tapi mending antum liat di internet aja nafsi-nafsi, tinggal tanya mas google ketik key word nya keajaiban angka dalam alquran,” Celoteh Ahmad sekaligus mengakhiri presentasinya.
Tiba giliran Ranid memaparkan pengetahuannya seputar masalah mukjizat Quran. Ranid memang sangat menyenangi diskusi-diskusi tentang kajian Islam berhubung program studi Ranid adalah bahasa Arab yang ia geluti di salah satu Ma’had Lughoh di Jakarta. Maka ia akan memaparkan sepengetahuannya tentang I’jazul Quran dari sudut pandang bahasa.

Setelah mengucapkan basmalah seraya memuji Allah dengan hamdalah, serta sholawat kepada Nabi SAW. Ranid pun mulai berkata “Mumtaz! ustadz Ahmad mantep dah penjelasannya, giliran ane ya? Gini jadi mukjizat kalo diliat dari segi bahasa maka secara sederhana dapat diartikan sebagai ’senjata’ untuk melemahkan terhadap tantangan dakwah yang ada. Contoh di zaman nabi Musa AS berhubung waktu itu sihir sedang ngetrend-ngetrendnya maka Allah kasih mukjizat nabi Musa AS ‘menyerupai’ sihir, tapi bukan sihir, dengan tongkatnya yang terkenal. Bisa berubah jadi ular, ngebelah lautan, dsb. Trus di zaman nabi Isa AS berhubung waktu itu ilmu kedokteran lagi maju-majunya maka Allah kasih kepada nabi Isa AS mukjizat yang berhubungan dengan dunia pengobatan. Nah, di zaman Rasul SAW pada masa itu kaum jahiliyyah terkenal akan syairnya yang luar biasa Indahnya. Maka Allah pun memberikan kepada Nabi SAW berupa alquran sebuah mukjizat yang begitu sangat tinggi dan sarat akan nilai sastranya.”

Ranid masih melanjutkan pemaparannya “bahkan Allah nantangin mereka kaum kafir untuk buat satu surat saja yang semisal dengan alquran. Coba ente berdua buka Al-Baqoroh ayat 23
‘dan jika kamu meragukan Al-Quran yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) maka buatlah satu surat semisalnya dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah jika kamu orang yang benar
,’
dan dilanjutan ayatnya, bahwa Allah sudah kasih garansi, mereka pasti gak akan mampu ngebuatnya. Pernah ada kisah tentang Musailamah Al-Kadzdzab yang coba-coba buat alquran tandingan. Salah satu suratnya niru-niru al-fiil. dan surat gadungan itu ditertawakan banyak orang karena diliat dari sisi bahasa dan maknanya betul-betul jelek. dan satu hal lagi cuma alquran kitab suci yang bisa dihafal oleh jutaan manusia walaupun manusianya itu sendiri pun tidak mengetahui arti alquran. Bahkan uniknya juga, hafalannya tersebut lengkap sampai titik dan komanya. Subhanallah maha benar Allah dalam firmanNya ‘dan sungguh Kami mudahkan Al-Quran untuk peringatan’ Al-Qomar ayat 17,” Ranid pun mengakhiri makalah yang dibawakannya…
Selanjutnya giliran Ilmi yang mendapat giliran menjelaskan mukjizat quran berdasarkan studi yang ia geluti. Ilmi adalah seorang mahasiswa IT di salah satu PTS di Jakarta. Berbeda dengan kedua orang sahabatnya tadi, Ikhwan lajang ini tengah mengerjakan tugas akhir dalam perkuliahannya. Hal ini dikarenakan Ilmi terlebih dahulu kuliah selepas SMA daripada Ahmad dan Ranid yang sempat menunda jenjang akademisnya…
Lengkap dengan stelan kacamata khas para hacker di film Hollywood, Ilmi pun memulai pembicaraannya. “sebenernya ane belum mau mengatakan ini mukjizat atau gak? terus terang ane gak berani. Tapi salah satu point yang pernah ane dengar dalam seminar Qur’an bahwa kenapa Qur’an disebut mukjizat tak lain dan tak bukan adalah karena kebenarannya dalam ‘meramal’ masa depan. Betul gak Ran?” Ilmi bertanya pada Ranid. Ranid pun mengiyakan pernyataan Ilmi dengan mengaggukan kepala, seolah tak mau kehilangan pemaparan dari Ilmi sahabatnya….

Ilmi melanjutkan “surat al-lahab contohnya, di situ Allah memastikan bahwa Abu Lahab bakalan tetep kafir dan masuk neraka. dan ketika surat itu turun di Mekkah, Abu Lahab ternyata masih hidup. Sekarang coba antum bayangin kalo seandainya Abu Lahab itu tergerak hatinya untuk masuk Islam atau pun pura-pura masuk Islam maka Al-Quran akan dipertanyakan kebenarannya dari dulu sampai sekarang. Ataupun di surat Ar-Rum di situ dijelaskan bahwa Romawi bakalan menang melawan Persia. dan itu subhanallah terjadi beberpa tahun kemudian. Setelah pada peperangan yang sebelumnya Romawi kalah maka pada peperangan selanjutnya Romawi menang telak.

Dan satu lagi peristiwa fathul Mekkah di surat Al-Fath. Allah memastikan kaum Muslimin akan memasuki Mekkah setelah sekian lama hijrah ke Madinah. dan subhanallah hal itu terbukti.”
Fenomena Al-Fisbukiyyah (sebutan untuk para penggila FB) dalam Al-Qur’an……
“Ah itu mah dari aspek sejarah Mi, coba dari aspek IT sesuai sama studi ente?” Tanya Ranid seolah menantang Ilmi. “Weitss, tenang-tenang ane kan belum selesai jelasinnya, ana lanjut ya!” Jawab Ilmi. “Nah berhubung tadi ane bilang ana gak berani nyebut ini mukjizat atau nggak, maka ane akan bilang ini kehebatan Quran.” Ilmi masih melanjutkan, sementara kedua rekannya Ahmad dan Ranid masih terus diam dan menyimak kata per kata yang akan terlontar dari mulut Ilmi. “ente berdua tau gak, bahwa sejak 1400 tahun yang lalu alquran sudah menyinggung tentang Facebook dan kawan-kawannya?!” Ahmad yang calon tertegun diiringi dengan tertawa kecil seolah tak percaya statmen Ilmi. Lain lagi dengan Ranid yang masih berpikir dan mencari-cari bahwa apakah benar kata Facebook ada di dalam alquran. dengan mencoba mentashrif pola-pola fi’il.

Ilmi meneruskan kembali pemaparannya “Ahmad, coba kalian berdua buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21“‘
Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.’

Ayat ini menjelaskan fenomena jama’ah “Al-Fisbukiyyah” secara umum. Coba ente-ente liat wirid-wirid mereka.

Kebanyakan isinya keluh kesah. Temanya udah mirip sinetron mendayu-dayu sampai bikin air mata keluar. Sakit dari mulai bisul, cantengan, jerawat, sampai ayan di update di status. Cuaca juga gak ketinggalan. dikasih hujan, ngeluh gak bisa kemana-mana. dikasih panas ngeluh kepanasan. Segala maksiat juga disebarin di muka umum. Masalah duit abis, rezeki seret terus dan terus di suguhkan. Ibadah juga ada beberapa yang dipublikasikan puasa, sedekah, tapi alhamdulillah ane belum menemukan ada orang yang lagi sholat update status ‘lagi roka’at dua nih’ naudzubillah kalo sampai ada!” canda Ilmi.

Ahmad dan Ranid pun tertawa dan mengaminkan ucapan Ilmi. “Terus di ayat setelahnya dikatakan ‘apabila dapat kebaikan maka ia kikir.’ Ane rasa betul ayat tersebut. Coba ente berdua hitung ada beberapa orang yang update status semisal alhamdulillah dapet rezeki, buat yang mau ditraktir harap tunggu di depan masjid. Kira-kira ada gak status kayak gitu. Giliran dapat rezeki yang melimpah pada pelit gak mau orang lain pada tau, tapi giliran ditimpa musibah di share kemana-mana.”

“Ah, lo iri aja kali jangan sok jaim deh?!” Kali ini Ahmad yang bertanya kepada Ilmi. Ilmi pun menjawab “ane rasa jaim itu perlu, dalam konteks JAIM, Jaga-Iman berkaitan dengan hal malu, ane tidak mengharamkan update status, akan tetapi alangkah baiknya update-nya itu yang baik-baik pokoknya temanya mengajak kebaikan dari quran, hadits, sahabat, ataupun salafush sholih. Inget akh dalam hadits riwayat Bukhori dikatakan Jika kamu tidak malu, maka berbuatlah sesukamu. Ulama bilang bahwa jika kita udah gak malu sama Allah dan tidak merasa diawasinya maka tunaikan saja hawa nafsumu dan lakukan apa yang kau inginkan.” Jawab Ilmi.
Ranid tak menyangka sahabatnya Ilmi dapat menarik dan mengaitkan surat Al-Ma’arij ayat 20-22 dengan fenomena Facebookers yang bergentayangan di dunia maya. Alhamdulillah bertambah satu lagi pengetahuan Ranid pada hari itu. Sungguh Ranid sejatinya sudah sering membaca atau bahkan menghafalkan surat ini. Namun dikarenakan kurang men-tadabbur-i ayat ini maka alangkah kagetnya ia mendengarkan penjelasan yang dipaparkan oleh sahabatnya Ilmi.

source :tabirilmu.com

Sabtu, 13 Agustus 2011

7 Manusia yang mendapatkan perlindungan ALLAH SWT


- Berkata
Abu Hurairah r.a : bahwa Nabi saw telah bersabda:”Ada tujuh kelompok
yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan
kecuali perlindungan-Nya.Mereka adalah pemimpin yang adil, anak muda
yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla,seseorang yang
hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid,dua orang yang saling
mencintai karena Allah,yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena
Allah,seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan
lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada
Allah”,seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya
sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan
kanannya,dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi
kemudian ia mencucurkan air mata”. (H.R.Bukhary – Muslim)
Hadits
ini menjelaskan bahwa pada hari kiamat ada tujuh tipe atau golongan
manusia yang akan mendapatkan perlindungan Allah swt., yaitu :


  1. Pemimpin yang adil Menjadi
    pemimpin yang adil itu tidaklah mudah, butuh pengorbanan
    pikiran,perasaan, harta, bahkan jiwa. Dalam ajaran Islam, kepemimpinan
    bukanlah fasilitas namun amanah. Kalau kita menganggap kepemimpinan atau
    jabatan itu sebagai fasilitas, kemungkinan besar kita akan
    memanfaatkan kepemimpinan itu

    sebagai sarana memperkaya diri tanpa menghiraukan aspek halal atau
    aharam.Sebaliknya, kalau kita menganggap kepemimpinan atau jabatan itu
    sebagai amanah, kita akan melaksanakan kepemimpinan itu dengan penuh
    kejujuran dan tanggung jawab. Nah, untuk melaksanakan kepemimpinan
    dengan cara yang amanah itu tidaklah mudah,Karena itu logis kalau kita
    menjadi pemimpin yang adil,Allah akan memberi perlindungan di akhirat
    kelak.
  2. Anak muda yang saleh Masa
    muda adalah masa keemasan karena kondisi fisik masih prima. Namun
    diakui bahwa ujian pada masa muda itu sangat beragam dan dahsyat. Oleh
    sebab itu, apabila ada anak muda yang mampu melewati masa keemasannya
    dengan taqarrub (mendekatkan) diri kepada-Nya, menjauhkan diri dari
    berbagai kemaksiatan, serta mampu mengendalikan nafsu syahwatnya, Allah
    akan memberikan perlindungan-Nya pada hari kiamat.Ini merupakan imbalan
    dan penghargaan yang Allah berikan kepada anak-anak muda yang saleh.

  3. Orang yang hatinya terikat pada mesjid Kalimat
    “seseorang yang hatinya senantiasa dipertautkan dengan mesjid”seperti
    yang disebutkan hadits di atas, paling tidak menunjukkan dua
    pengertian. Pengertian pertama, orang-orang yang kapan dan di manapun
    berada selalu ingin memakmurkan tempat ibadah. Pengertian kedua,
    orang-orang yang tidak pernah melalaikan ibadah di tengah kesibukan
    apapun yang dijalaninya.
  4. Bersahabat karena Allah Poin
    ini terambil dari kalimat “dua orang yang saling mencintai karena
    Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah”. Bersahabat
    karena Allah swt. maksudnya kita mencintai seseorang atau membencinya
    bukan karena faktor harta, kedudukan, atau hal-hal lain yang bersifat
    material,namun murni semata-mata karena Allah swt. Kalau sahabat kita
    berbuat baik,

    kita mendukungnya, dan kalau berbuat salah kita mengingatkannya, bahkan
    kita berani meninggalkannya kalau sekiranya sahabat tersebut akan
    menjerumuskan kita pada gelimang dosa dan maksiat. Inilah yang dimaksud
    dengan persahabatan karena Allah.

  5. Mampu menghadapi godaan lawan jenis “Seorang
    laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi
    rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah.” Kalimat ini
    menggambarkan bahwa kalau kita mampu menghadapi godaan syahwat dari
    lawan jenis, maka kita akan mendapatkan perlindungan Allah di hari
    kiamat. Di sini

    digambarkan seorang laki-laki yang digoda wanita bangsawan nan rupawan
    tapi dia menolak ajakannya bukan karena tidak selera kepada wanita itu,
    namun karena takut kepada Allah. Jadi, rasa takut kepada Allahlah yang
    menjadi benteng laki-laki tersebut, sehingga tidak terjerembab pada
    perbuatan maksiat. Karena itu Allah memberikan penghargaan pada hari
    kiamat dengan memberikan pertolongan-Nya. Di sini diumpamakan laki-laki
    yang digoda wanita, namun sangat mungkin wanita pun digoda laki-laki.

  6. Ihklas dalam beramal “Seseorang
    yang mengeluarkan sedekah lantas disembunyikannya sampai-sampai tangan
    kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya.” Ini
    gambaran keihlasan dalam beramal. Saking ihklasnya dalam beramal
    sampai-sampai tangan kiri pun tidak tahu apa yang diinfakkan atau
    disumbangkan oleh tangan kanannya. Pertanyaannya, bolehkah kita
    bersedekah

    sambil diketahui orang lain, bahkan nama kita dipampang di koran?

    Boleh saja, asalkan benar-benar kita niatkan karena Allah swt., bukan karena cari popularitas. Perhatikan ayat berikut,
    ” Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu
    menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka
    menyembunyikannya itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan
    dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang
    kamu kerjakan.” (Q.S.Al-Baqarah 2: 271)


  7. Zikir kepada Allah dengan khusyu “Seseorang
    berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi, kemudian ia mencucurkan
    air mata.” Zikir artinya mengingat Allah. Kalau seseorang berdo’a
    dengan khusyu hingga tak terasa air mata menetes karena sangat nikmat
    berzikir dan munajat kepada-Nya, maka Allah akan memberikan pertolongan
    kepadanya pada hari kiamat kelak.

Kamis, 11 Agustus 2011

DUA WAKTU TIDUR YANG DILARANG OLEH ROSULULLOH

http://sudhew.files.wordpress.com/2008/09/q3.jpg





Spoiler for TIDUR SETELAH SUBUH:




Diriwayatkan dari �utsman radhiallahu� anhu dia berkata, Rasulullah Shallallahu� alaihi wassalam bersabda, tidur shubuh itu mencegah dari rezki (menjauhkan dari rezki). hadits ini dha�if jiddan lihat Dha�if at-Targhiib wa Tarhiib I/262 no. 1046




dan ada hadits yang lainnya yaitu




Hadits yang diriwayatkan dari Fathimah radhiallahu� anha, Rasululllah Shallallahu; alaihi wassalam melewati dan aku sedang tidur pagi kemudian beliau menjawil (menggerakkan badanku) dengan kakinya, kemudian berkata wahai anakku bangunlah, berusahalah mencari rezki Rabbmu dan janganlah kamu menjadi orang yang lalai karena sesungguhnya Allah Azza wa Jalla bersumpah memberikan rezki kepada manusian antara terbit fajar sampai munculnya matahari. (hadits Maudhu� (palsu). Lihat Dhaif at-Targhiib wa Tarhiib no. 1047 I/262)




Syaikh Abdul Bari Fathullah al-Hindi menasehati kita untuk bersungguh-sungguh mempergunakan waktu pagi dengan segala sesuatu yang bermanfaat khususnya muraja�ah ilm syar�I atau hafalan qur�an dan menjauhkan diri dari tidur pagi karena akan banyak sekali berkah yang terlewatkan dari waktu pagi tersebut.




Beliau memberikan nasehat yang sesuai dengan hadits Rasulullah Shallallahu� alahi wassallam yangshahih yaitu


�Ya Allah berikanlah berkah kepada umatku di pagi harinya�

HR. Abu Dawud no. 2606, Tirmidzi no. 1212, Ibnu Majah no. 2236, shahihAt-Targhiib waTarhiib no, 1693



Dan hadits




�Diberikan barakah kepada ummatku di pagi harinya�


HR. Abu Dawud at-Thaayalisy dishahihkan Syaikh Alalbani dalam ShahihJami�ush Shaghir no. 2841


https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/254708_254998747844008_100000016555312_1161019_3469074_n.jpg


Spoiler for TIDUR SEBELUM ISYA':




Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu �anhu : �Bahwasannya Rasulullah shallallaahu �alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya� dan mengobrol setelahnya� (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).



Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya�. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : �Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya� dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama� lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : �Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya� khusus di bulan Ramadlan saja.�



Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : �Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.�




https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/284864_254998604510689_100000016555312_1161017_2304790_n.jpg






source :BLOGUNIC.COM

Selasa, 09 Agustus 2011

SEKELOMPOK ILMUWAN KLAIM TEMUKAN LETAK TEROMPET MALAIKAT ISROFIL

Sebelum kiamat datang, apa yang sekarang di lakukan oleh malaikat Isrofil?

Jawabnya, Sedang membersihkan terompetnya. Mungkin yang ada di benak kita malaikat Isrofil itu seperti sesosok seniman yang asyik mengelap terompet kecilnya sebelum tampil diatas panggung.
Sebenarnya seperti apa sih terompetnya — atau yang biasa juga dikenal dengan sangkakala– malaikat Isrofil itu? Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.

Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.

Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable) (lihat gambar bentuk alam semesta dibawah).

Bentuk Alam Semesta

Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.


Abu Hurrairah ra : Nabi Muhammad saw bersabda

“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah.

Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?”

Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.”

Saya tanya : “Bagaimana besarnya?”

Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali.

Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan)
Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan).
Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.

Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.

Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.

Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”

Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.

“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”

Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya? Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!

sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8468035picadService.initialize();

Selasa, 28 Juni 2011

HARMONISASI ISRO' MIROJ NABI MUHAMMAD SAW




oleh : bpk. Tarmizi Taher

Peristiwa Isra' Mi'raj merupakan peristiwa penting dalam sejarah kenabian dan perkembangan agama Islam. Perjalanan Isra' Mi'raj Nabi Muham mad Saw mempunyai arti mendalam bagi kehidupan Nabi baik secara pribadi maupun bagi umat manusia seluruhnya.


Isra' dan Mi'raj berkait erat dengan dua tempat suci, yaitu Masjid Al-Haram di Mekah dan Masjid Al-Aqsha di Bait Al-Maqdis di Yerusalem (Palestina). Masjidil Haram, baik dalam arti bangunan itu sendiri maupun dalam arti keseluruhan kompleks Tanah Suci Mekah (sebagaimana banyak dikemukakan para ahli tafsir Al-Quran), adalah tempat bertolak Rasulullah Saw dalam menjalani Isra' dan Mi'raj. Ini dijelaskan dalam firman Allah SWT berikut:


"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS Al-Isra' [17]: 1)


Singkatnya, puncak perjalanan Isra' Mi'raj adalah diterimanya perintah shalat wajib langsung dari Allah Swt tanpa melalui perantara. Jika direnungkan, shalat mengandung dimensi spiritual dan kemanusiaan yang sangat luas.


Shalat bisa menjadi media bagi seseorang guna merealisasikan perdamaian dengan dirinya, untuk selanjutnya menjadi muara bagi hadirnya perdamaian seluruh manusia. Perdamaian tidak akan ada di dunia ini kecuali apabila setiap individu bisa berdamai dengan dirinya sendiri. Seorang individu tidak akan dapat berdamai dengan diri sendiri kecuali apabila dia dapat berpikir sesuai yang dia kehendaki, berkata sesuai yang dia pikirkan, serta bertindak seperti apa yang dia katakan. Kemudian dampak tindakannya selalu baik bagi masyarakat.


Masa sekarang, fenomena keagamaan memang semarak dengan ditandai antusiasme masyarakat dalam mengikuti acara-acara yang berkaitan dengan agama, mulai dari tahajud bersama hingga zikir bersama, dan lain-lain. Namun, pada saat fenomena keagamaan itu meningkat, fenomena lain juga tidak kalah marak: korupsi dan penyakit sosial lain.


Begitu juga banyak di antara kita melaksanakan shalat, tetapi shalatnya tidak menghalangi dari kekejian dan kemungkaran. Padahal, sebenarnya shalat mencegah kekejian. Kalau masih ada yang melakukan kekejian, maka hendaklah diketahui bahwa kemungkaran yang dilakukannya dapat lebih banyak daripada apa yang terlihat atau diketahui itu seandainya dia tidak shalat sama sekali.


Makna Isra' Mi'raj tahun ini, di negeri ini, hendaknya kita melaksanakan dakwah, serta menegakkan amar makruf karena mencegah manusia melakukan kekejian dan kemunkaran. Keyakinan atas ketakwaan tentu akan mencapai kedamaian dengan dirinya kemudian dengan orang lain. Ini tentu saja akan menciptakan kehidupan harmonis di tengah masyarakat.


Sebagai sarana komunikasi dengan Allah Swt untuk mencapai derajat ke tingkat ketakwaan yang tinggi, shalat juga merupakan sarana perekat ikatan sosial. Shalat akan berfungsi sebagai perekat sosial apabila dilakukan bersama-sama, yakni secara berjemaah.


Pertemuan berkala dan rutin saat mengikuti shalat jemaah nicaya akan merekatkan rasa persaudaraan. Selain itu, dengan shalat berjamaah, setiap Muslim yang tinggal di satu kawasan akan saling mengenal satu sama lain. Sehingga, tidak ada lagi tetangga yang tidak mengenal tetangga lainnya. Kesemarakan beragama semestinya memberikan pencerahan agar perilaku orang-orang beragama tidak akan menimbulkan dampak apa-apa selain mendatangkan kemaslahatan bagi semua.
Wallahu a'lamu bis shawab. ***

sumber : suara karya online

Kamis, 23 Juni 2011

IBADAH YANG DIANJURKAN DI HARI JUMAT

Oleh: Badrul Tamam
 
Alhamdulillah,
segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga
terlimpah kepada penutup nabi dan Rasul, Nabi Muham mad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Saudaraku seiman, Allah 'Azza wa Jalla  telah
memuliakan umat ini dengan keistimewaan yang banyak dan keutamaan yang
agung; di antaranya memuliakan mereka dengan hari Jum'at sesudah
membiarkan sesat orang Yahudi dan Nasrani dalam menghargainya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah dan Hudaifah Radhiyallahu 'Anhuma, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

أَضَلَّ
اللَّهُ عَنْ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا فَكَانَ لِلْيَهُودِ
يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ الْأَحَدِ فَجَاءَ اللَّهُ
بِنَا فَهَدَانَا اللَّهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ
وَالسَّبْتَ وَالْأَحَدَ وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ
الْقِيَامَةِ نَحْنُ الْآخِرُونَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَالْأَوَّلُونَ
يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَقْضِيُّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلَائِقِ

"Allah
telah menyesatkan orang-orang sebelum kita perihal hari Jum'at. Lalu
bagi orang-orang Yahudi hari Sabtu dan bagi orang-orang Nashrani hari
Ahad. Kemudian Allah mendatangkan kita dan memberi kita hidayah tentang
hari Jum'at. Dan menjadikan (secara berurutan); hari Jum'at, Sabtu,
dan Ahad. Mereka mengikuti kita pada hari kiamat. Kita adalah umat
terakhir dari penduduk dunia, tetapi orang pertama yang diadili sebelum
semua makhluk.
" (HR. Muslim)

 
Hari Jum'at : Hari Ibadah
Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan tentang penamaan hari Jum'at, bahwa dinamakan dengan Jum'ah itu karena dia pecahan dari kata al-jam'u
(perkumpulan). Sebab kaum muslimin berkumpul pada hari tersebut sekali
dalam setiap pekannya di tempat yang besar. Dan sesungguhnya Allah
telah memerintahkan kaum mukminin untuk berkumpul dalam rangka
beribadah kepada-Nya. Allah Ta'ala berfirman,

يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ
الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ
خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
 

"Hai
orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum'at,
maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual
beli . Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.
" (QS. Al-Jumu'ah: 9)

Maksudnya
berjalanlah dan perhatikan shalat Jum'at tersebut, bukan berjalan
cepat dan buru-buru, karena berjalan dengan buru-buru saat pergi ke
masjid dilarang. Al-Hasan berkata, "Demi Allah, maksudnya tidak lain
adalah berjalan kaki, karena mereka tidak boleh mendatangi shalat
kacuali dalam keadaan tenang dan santai namun dengan hati, niat, dan
khusyu'." (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir: 4/385-386)

Ibnul Qayyim rahimahullah
berkata, "Maka hari Jum'at adalah hari ibadah. Kedudukannya
dibandingkan hari-hari yang ada seperti bulan Ramadhan di antara
bulan-bulan lainnya. Sementara waktu istijabah (dikabulkannya doa) yang
ada pada hari itu seperti laiatul qadar di bulan Ramadhan." (Zaad
al-Ma'ad: 1/398)

Karena
itulah bagi setiap muslim wajib mengagungkan dan memuliakan hari
tersebut, memperhatikan keutamaan-keutamaannya dengan bertaqarrub
(mendekatkan diri) kepada Allah Ta'ala pada hari tersebut dengan
melaksanakan berbagai kegiatan ibadah.

Ibnul   qayyim berkata, "Adalah di antara petunjuknya Shallallahu 'Alaihi Wasallam
mengagungkan hari (Jum'at) ini dan memuliakannnya, serta
mengistimewakannya dengan ibadah yang dikhususkan pada hari tersebut
yang tidak dikhususkan pada hari lainnya. . ." (Zaad al-Ma'ad: 1/378)

Namun
kita lihat berapa sering Jum'at berlalu melewati kita tanpa kita
pernah memperhatikan dan mengistimewakannya dengan semestinya. Bahkan,
di antara manusia ada yang menunggu-nunggu kedatangannya untuk
bermaksiat kepada Allah 'Azza wa Jalla dengan bermacam-macam kemaksiatan dan penyimpangan.

bagi
setiap muslim wajib mengagungkan dan memuliakan hari tersebut,
memperhatikan keutamaan-keutamaannya dengan bertaqarrub (mendekatkan
diri) kepada Allah Ta'ala pada hari tersebut dengan melaksanakan
berbagai kegiatan ibadah.

Ibadah dan Adab di Hari Jum'at
Di antara beberapa ibadah yang disunnahkan untuk ditegakkan pada hari terbaik selama sepekan tersebut adalah:
1. Disunnahkan
pada shalat Shubuh di hari Jum'at, imam membaca surat al-Sajdah
al-Insan secara sempurna. Hal ini sebagaimana yang telah dikerjakan
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, karenanya jangan memotong sebagiannya seperti yang banyak dilakukan oleh para imam shalat.

Diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas radliyallah 'anhuma, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca dalam shalat Fajar (Shubuh) hari Jum'at: Aliif Laam Miim Tanziil
(Surat al-Sajdah) pada rakaat pertama dan pada rakaat kedua membaca
Surat al-Insan." (HR. Bukhari dan Muslim serta yang lainnya)

 
2. Disunnahkan memperbanyak membaca shalawat untuk Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Hal ini berdasarkan hadits Aus bin Aus Radhiyallahu 'Anhu, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
إِنَّ
مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ
وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ فَأَكْثِرُوا
عَلَيَّ مِنْ الصَّلَاةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ





"Sesungguhnya
di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari
itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup
sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. Oleh karena itu
perbanyaklah shalawat di hari Jum'at, karena shalawat akan disampaikan
kepadaku.
"

Para
shahabat berkata: "Ya Rasulallah, bagaimana shalawat kami atasmu akan
disampaikan padamu sedangkan kelak engkau telah lebur dengan tanah?"

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam
menjawab: "Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi memakan jasad para
Nabi." (HR. Abu Dawud, Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dengan
sanad yang shahih)

Siapa yang ingin lebih jauh mengetahui pembahasan ini, silahkan baca tulisan kami yang lalu: Perbanyaklah Shalawat Pada Hari Jum'at !!
 
3. Disunnahkan membaca surat al-Kahfi pada hari Jum'at berdasarkan hadits Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ
قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ
النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

"Barangsiapa
membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan untuknya
Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menyinarinya dengan cahaya antara dia
dan Baitul 'atiq.
" (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan
al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih
Al-Jami' al-Shaghir, no. 736)


Siapa yang ingin lebih jauh mengetahui pembahasan ini, silahkan baca tulisan kami yang lalu: Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi Pada Hari Jum'at.
 
4. Melaksanakan
shalat Jum'at bagi laki-laki muslim, merdeka, mukallaf, dan tinggal di
negerinya. Atas mereka shalat Jum'at hukumnya wajib. Sementara bagi
budak, wanita, anak kecil dan musafir, maka shalat Jum'at tidak wajib
atas mereka. Namun, jika mereka menghadirinya, maka tidak apa-apa dan
sudah gugur kewajiban Dzuhurnya. Dan kewajiban menghadiri shalat Jum'at
menjadi gugur disebabkan beberapa sebab, di antaranya sakit dan rasa
takut. (Lihat: Syarh al-Mumti': 5/7-24)

 
5. Mandi besar pada hari Jum'at juga termasuk tuntunan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Beliau bersabda,
إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ
"Apabila salah seorang kalian berangkat shalat Jum'at hendaklah dia mandi." (HR. Muslim)
Siapa yang ingin lebih jauh mengetahui pembahasan ini, silahkan baca tulisan kami yang lalu: Hukum Mandi Hari Jum'at, Wajib atau Sunnah?
 
6.
Memakai minyak wangi, bersiwak, dan mengenakan pakaian terbagusnya
merupakan adab menghadiri shalat Jum'at yang kudu diperhatikan oleh
seorang muslim. Dari Abu Darda' Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

مَنْ
اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَبِسَ ثِيَابَهُ وَمَسَّ طِيبًا إِنْ
كَانَ عِنْدَهُ ثُمَّ مَشَى إِلَى الْجُمُعَةِ وَعَلَيْهِ السَّكِينَةُ
وَلَمْ يَتَخَطَّ أَحَدًا وَلَمْ يُؤْذِهِ وَرَكَعَ مَا قُضِيَ لَهُ ثُمَّ
انْتَظَرَ حَتَّى يَنْصَرِفَ الْإِمَامُ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ
الْجُمُعَتَيْنِ

"Siapa
mandi pada hari Jum'at, lalu memakai pakaiannya (yang bagus) dan
memakai wewangian, jika punya. Kemudian berjalan menuju shalat Jum'at
dengan tenang, tidak menggeser seseorang dan tidak menyakitinya, lalu
melaksanakan shalat semampunya, kemudian menunggu hingga imam beranjak
keluar, maka akan diampuni dosanya di antara dua Jum'at.
" (HR. Ahmad dalam Musnadnya dan dishahihkan Ibnu Khuzaimah)

Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
غُسْلُ يَوْمِ الْجُمُعَةِ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ وَسِوَاكٌ وَيَمَسُّ مِنْ الطِّيبِ مَا قَدَرَ عَلَيْهِ
"Mandi
hari Jum'at itu wajib bagi setiap orang yang bermimpi. Begitu pula
dengan bersiwak dan memakai wewangian jika mampu melaksanaknnya (jika
ada).
" (Muttafaq 'alaih; al-Bukhari dan Muslim)

 
7. Disunnahkan
berangkat lebih pagi (lebih awal) saat menghadiri shalat Jum'at.
Sunnah ini hamper-hampir saja mati dan tidak pernah terlihat lagi.

مَنْ
اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ
فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ
فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ
فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ
الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ
الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ
حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

"Barangsiapa
mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu
yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang
di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi.
Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban
seekor kambing gibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia
seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu
yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam
telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut
mendengarkan dzikir (khutbah).
” (HR. Muttafaq 'alaih)

dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِذَا
كَانَ يَوْمُ الْجُمُعَةِ كَانَ عَلَى كُلِّ بَابٍ مِنْ أَبْوَابِ
الْمَسْجِدِ الْمَلَائِكَةُ يَكْتُبُونَ الْأَوَّلَ فَالْأَوَّلَ فَإِذَا
جَلَسَ الْإِمَامُ طَوَوْا الصُّحُفَ وَجَاءُوا يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

"Apabila hari Jum'at tiba, pada pintu-pintu masjid terdapat para Malaikat yang mencatat urutan orang datang, yang pertama dicatat pertama. Jika imam duduk, merekapun menutup buku catatan, dan ikut mendengarkan khutbah." (HR. Bukhari dan Muslim)
 
8. Saat
menunggu imam datang, seorang muslim yang menghadiri shalat jum'at
dianjurkan untuk menyibukkan diri dengan shalat, dzikir ataupun membaca
Al-Qur'an.

 
9. Wajib
mendengarkan khutbah yang disampaikan imam dengan seksama, tidak boleh
sibuk sendiri sehingga tidak memperhatikannya. Akibatnya, Jum'atannya
akan sia-sia.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ
"Jika engkau berkata pada temanmu pada hari Jum'at, "Diamlah!", sewaktu imam berkhutbah, berarti kemu telah berbuat sia-sia." (Muttafaq 'Alaih, lafadz milik al Bukhari)
Makna laghauta,
menurut Imam al Shan'ani dalam Subulus Salam, ". . . makna yang paling
mendekati kebenaran adalah pendapat Ibnul Muniir, yaitu yang tidak
memiliki nilai baik. Adapula yang mengatakan, (maknanya) batal
keutamaan (pahala-pahala) Jum’atmu dan nilainya seperti shalat Dhuhur.”

Dalam hadits lain, beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا
"Barangsiapa bermain-main krikil, maka sia-sialah Jum'atnya." (HR. Muslim)
Imam an Nawawi rahimahullah
menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim, "dalam hadits tersebut terdapat
larangan memegang-megang krikil dan lainnya dari hal yang tak berguna
pada waktu khutbah. Di dalamnya terdapat isyarat agar menghadapkan hati
dan anggota badan untuk mendengarkan khutbah. Sedangkan makna lagha
(perbuatan sia-sia) adalah perbuatan batil yang tercela dan hilang
pahalanya."

Sabtu, 18 Juni 2011

KH. AHMAD DAHLAN 'SANG PENCERAH'



Ahmad Dahlan (bernama kecil
Muhammad Darwisy), adalah
pelopor dan bapak
pembaharuan Islam. Kyai Haji
kelahiran Yogyakarta, 1 Agustus
1868, inilah yang mendirikan
organisasi Muhammadiyah pada
18 November 1912. Pahlawan
Nasional Indonesia ini wafat
pada usia 54 tahun di
Yogyakarta, 23 Februari 1923.

KH Ahmad Dahlan mendirikan
organisasi Muhammadiyah untuk
melaksanakan cita-cita
pembaharuan Islam di
nusantara. Ia ingin mengadakan
suatu pembaharuan dalam cara
berpikir dan beramal menurut
tuntunan agama Islam. Ia ingin
mengajak ummat Islam
Indonesia untuk kembali hidup
menurut tuntunan al-Qur'an dan
al-Hadits. Ia mendirikan
Muhammadiyah bukan sebagai
organisasi politik tetapi sebagai
organisasi sosial kemasyarakatan
dan keagamaan yang bergerak
di bidang pendidikan.

Pada saat Ahmad Dahlan
melontarkan gagasan pendirian
Muhammadiyah, ia mendapat
tantangan bahkan fitnahan,
tuduhan dan hasutan baik dari
keluarga dekat maupun dari
masyarakat sekitarnya. Ia
dituduh hendak mendirikan
agama baru yang menyalahi
agama Islam. Ada yang
menuduhnya kiai palsu, karena
sudah meniru-niru bangsa
Belanda yang Kristen dan
macam-macam tuduhan lain.
Bahkan ada pula orang yang
hendak membunuhnya. Namun
rintangan-rintangan tersebut
dihadapinya dengan sabar.
Keteguhan hatinya untuk
melanjutkan cita-cita dan
perjuangan pembaharuan Islam
di tanah air bisa mengatasi
semua rintangan tersebut. 1)

Atas jasa-jasa KH Ahmad Dahlan
dalam membangkitkan
kesadaran bangsa ini melalui
pembaharuan Islam dan
pendidikan, maka Pemerintah
Republik Indonesia
menetapkannya sebagai
Pahlawan Nasional dengan surat
Keputusan Presiden no. 657
tahun 1961. Penetapannya
sebagai Pahlawan Nasional
didasarkan pada empat pokok
penting yakni: Pertama, KH
Ahmad Dahlan telah
mempelopori kebangkitan
ummat Islam untuk menyadari
nasibnya sebagai bangsa terjajah
yang masih harus belajar dan
berbuat.
Kedua, dengan organisasi
Muhammadiyah yang
didirikannya, telah banyak
memberikan ajaran Islam yang
murni kepada bangsanya. Ajaran
yang menuntut kemajuan,
kecerdasan, dan beramal bagi
masyarakat dan ummat, dengan
dasar iman dan Islam. Ketiga,
dengan organisasinya,
Muhammadiyah telah
mempelopori amal usaha sosial
dan pendidikan yang amat
diperlukan bagi kebangkitan dan
kemajuan bangsa, dengan jiwa
ajaran Islam. Keempat, dengan
organisasinya, Muhammadiyah
bagian wanita (Aisyiyah) telah
mempelopori kebangkitan
wanita Indonesia untuk
mengecap pendidikan.
Diasuh di Lingkungan Pesantren
Muhammad Darwisy lahir dari
keluarga ulama dan pelopor
penyebaran dan pengembangan
Islam di tanah air. Ayahnya, KH
Abu Bakar adalah seorang ulama
dan khatib terkemuka di Masjid
Besar Kasultanan Yogyakarta,
dan ibunya, Nyai Abu Bakar
adalah puteri dari H. Ibrahim
yang juga menjabat penghulu
Kasultanan Yogyakarta pada
masa itu.
Ia anak keempat dari tujuh
orang bersaudara, lima
saudaranya perempuan dan dua
lelaki yakni ia sendiri dan adik
bungsunya. Dalam silsilah, ia
termasuk keturunan yang kedua
belas dari Maulana Malik Ibrahim,
seorang wali besar dan seorang
yang terkemuka diantara Wali
Songo, yang merupakan pelopor
pertama dari penyebaran dan
pengembangan Islam di Tanah
Jawa (Kutojo dan Safwan, 1991).
2)Idem

Silsilahnya lengkapnya ialah
Muhammad Darwisy (Ahmad
Dahlan) bin KH Abu Bakar bin KH
Muhammad Sulaiman bin Kiyai
Murtadla bin Kiyai Ilyas bin
Demang Djurung Djuru Kapindo
bin Demang Djurung Djuru
Sapisan bin Maulana Sulaiman Ki
Ageng Gribig (Djatinom) bin
Maulana Muhammad Fadlul'llah
(Prapen) bin Maulana 'Ainul Yaqin
bin Maulana Ishaq bin Maulana
Malik Ibrahim (Yunus Salam,
1968: 6).
Sejak kecil Muhammad Darwisy
diasuh dalam lingkungan
pesantren, yang membekalinya
pengetahuan agama dan bahasa
Arab. Pada usia 15 tahun (1883),
ia sudah menunaikan ibadah
haji, yang kemudian dilanjutkan
dengan menuntut ilmu agama
dan bahasa arab di Makkah
selama lima tahun. Ia pun
semakin intens berinteraksi
dengan pemikiran-pemikiran
pembaharu dalam dunia Islam,
seperti Muhammad Abduh, al-
Afghani, Rasyid Ridha, dan ibn
Taimiyah. Interaksi dengan
tokoh-tokoh Islam pembaharu
itu sangat berpengaruh pada
semangat, jiwa dan pemikiran
Darwisy.
Semangat, jiwa dan pemikiran
itulah kemudian diwujudkannya
dengan menampilkan corak
keagamaan yang sama melalui
Muhammadiyah. Bertujuan untuk
memperbaharui pemahaman
keagamaan (ke-Islaman) di
sebagian besar dunia Islam saat
itu yang masih bersifat ortodoks
(kolot). Ahmad Dahlan
memandang sifat ortodoks itu
akan menimbulkan kebekuan
ajaran Islam, serta stagnasi dan
dekadensi (keterbelakangan)
ummat Islam. Maka, ia
memandang, pemahaman
keagamaan yang statis itu harus
diubah dan diperbaharui,
dengan gerakan purifikasi atau
pemurnian ajaran Islam dengan
kembali kepada al-Qur'an dan al-
Hadits.

Setelah lima tahun belajar di
Makkah, pada tahun 1888, saat
berusia 20 tahun, Darwisy
kembali ke kampungnya. Ia pun
berganti nama menjadi Ahmad
Dahlan. Lalu, ia pun diangkat
menjadi khatib amin di
lingkungan Kesultanan
Yogyakarta.
Pada tahun 1902, ia menunaikan
ibadah haji untuk kedua kalinya,
sekaligus dilanjutkan dengan
memperdalam ilmu agama
kepada beberapa guru di
Makkah hingga tahun 1904.
Sepulang dari Makkah, ia
menikah dengan Siti Walidah,
sepupunya sendiri, anak Kyai
Penghulu Haji Fadhil. Siti Walidah,
kemudian lebih dikenal dengan
nama Nyai Ahmad Dahlan,
seorang Pahlawanan Nasional
dan pendiri Aisyiyah. Pasangan
ini mendapat enam orang anak
yaitu Djohanah, Siradj Dahlan, Siti
Busyro, Irfan Dahlan, Siti Aisyah,
Siti Zaharah (Kutojo dan Safwan,
1991).
Di samping itu, KH. Ahmad Dahlan
pernah pula menikahi Nyai
Abdullah, janda H. Abdullah. Ia
juga pernah menikahi Nyai Rum,
adik Kyai Munawwir Krapyak. KH.
Ahmad Dahlan juga mempunyai
putera dari perkawinannya
dengan Ibu Nyai Aisyah (adik
Adjengan Penghulu) Cianjur yang
bernama Dandanah. Beliau
pernah pula menikah dengan
Nyai Yasin Pakualaman
Yogyakarta (Yunus Salam, 1968:
9).
Mendirikan Muhammadiyah
Semangat, jiwa dan pemikiran
pembaharu dalam dunia Islam,
yang diperolehnya dari
Muhammad Abduh, al-Afghani,
Rasyid Ridha, ibn Taimiyah dan
lain-lain selama belajar Makkah
(1883-1888 dan 1902-1904),
kemudian diwujudkannya
dengan menampilkan corak
keagamaan yang sama melalui
Muhammadiyah. Bertujuan untuk
memperbaharui pemahaman
keagamaan (ke-Islaman) di
sebagian besar dunia Islam saat
itu yang masih bersifat ortodoks
(kolot).
Ahmad Dahlan memandang sifat
ortodoks itu akan menimbulkan
kebekuan ajaran Islam, serta
stagnasi dan dekadensi
(keterbelakangan) ummat Islam.
Maka, ia memandang,
pemahaman keagamaan yang
statis itu harus diubah dan
diperbaharui, dengan gerakan
purifikasi atau pemurnian ajaran
Islam dengan kembali kepada al-
Qur'an dan al-Hadits.
Dahlan sendiri sadar bahwa
semaangat pembaharuannya
tidak akan serta-merta dapat
dipahami dan diterima keluarga
dan masyarakat sekitarnya. Tidak
mudah melakukan pemharuan
pada suatu sifat ortodoks yang
sudah membeku. Maka, entah
terkait atau tidak, ada sebuah
nasehat yang ditulisnya dalam
bahasa Arab untuk dirinya
sendiri.

Bunyinya demikian: "Wahai
Dahlan, sungguh di depanmu
ada bahaya besar dan peristiwa-
peristiwa yang akan
mengejutkan engkau, yang pasti
harus engkau lewati. Mungkin
engkau mampu melewatinya
dengan selamat, tetapi mungkin
juga engkau akan binasa
karenanya. Wahai Dahlan, coba
engkau bayangkan seolah-olah
engkau berada seorang diri
bersama Allah, sedangkan
engkau menghadapi kematian,
pengadilan, hisab, surga, dan
neraka. Dan dari sekalian yang
engkau hadapi itu, renungkanlah
yang terdekat kepadamu, dan
tinggalkanlah lainnya
(diterjemahkan oleh Djarnawi
Hadikusumo).
Dalam artikel riwayat Ahmad
Dahlan di situs resmi
Parsyarikatan Muhammadiyah
(muhammadiyah.or.id), pesan ini
disebut menyiratkan sebuah
semangat yang besar tentang
kehidupan akhirat. Dan untuk
mencapai kehidupan akhirat
yang baik, maka Dahlan berpikir
bahwa setiap orang harus
mencari bekal untuk kehidupan
akhirat itu dengan
memperbanyak ibadah, amal
saleh, menyiarkan dan membela
agama Allah, serta memimpin
ummat ke jalan yang benar dan
membimbing mereka pada amal
dan perjuangan menegakkan
kalimah Allah.
Dengan demikian, untuk mencari
bekal mencapai kehidupan
akhirat yang baik harus
mempunyai kesadaran kolektif,
artinya bahwa upaya-upaya
tersebut harus diserukan
(dakwah) kepada seluruh ummat
manusia melalui upaya-upaya
yang sistematis dan kolektif.
Dijelaskan dalam artikel itu,
kesadaran seperti itulah yang
menyebabkan Dahlan sangat
merasakan kemunduran ummat
Islam di tanah air. Hal ini
merisaukan hatinya. Ia merasa
bertanggung jawab untuk
membangunkan, menggerakkan
dan memajukan mereka. Dahlan
sadar bahwa kewajiban itu tidak
mungkin dilaksanakan seorang
diri, tetapi harus dilaksanakan
oleh beberapa orang yang diatur
secara seksama. Kerjasama
antara beberapa orang itu tidak
mungkin tanpa organisasi.
Perkumpulan, parsyarikatan dan
gerakan dakwah:
Muhammadiyah.
Dahlan pun memilih strategi yang
amat baik dengan lebih dahulu
membina angkatan muda untuk
turut bersama-sama
melaksanakan upaya dakwah
tersebut, sekaligus meneruskan
cita-citanya memajukan bangsa
ini. Apalagi ia berkesempatan
mengakselerasi dan memperluas
gagasannya tentang gerakan
dakwah Muhammadiyah itu
dengan mendidik para calon
pamongpraja (calon pejabat)
yang belajar di OSVIA Magelang
dan para calon guru yang belajar
di Kweekschool Jetis Yogyakarta.
Karena, ia sendiri diizinkan oleh
pemerintah kolonial untuk
mengajarkan agama Islam di
kedua sekolah tersebut.
Tentu saja para calon
pamongpraja tersebut dapat
diharapkan mengaselerasi dan
memperluas gagasannya
tersebut, karena mereka akan
menjadi orang yang mempunyai
pengaruh luas di tengah
masyarakat. Begitu pula para
calon guru akan segera
mempercepat proses
transformasi ide tentang
gerakan dakwah
Muhammadiyah, kepada murid-
muridnya. Guna
mengintensifkannya, Dahlan pun
mendirikan sekolah guru yang
kemudian dikenal dengan
Madrasah Mu'allimin
(Kweekschool Muhammadiyah)
dan Madrasah Mu'allimat
(Kweekschool Istri
Muhammadiyah). Di sekolah ini,
Dahlan mengajarkan agama
Islam dan menyebarkan cita-cita
pembaharuannya.
Dahlan dikenal sebagai seorang
yang aktif dalam kegiatan
bermasyarakat. Dengan gagasan-
gagasan cemerlang dan kegiatan
kemasyarakatannya, Dahlan juga
dengan mudah diterima dan
dihormati di tengah kalangan
masyarakat. Termasuk dengan
cepat mendapatkan tempat di
organisasi Jam'iyatul Khair, Budi
Utomo, Syarikat Islam, dan
Comite Pembela Kanjeng Nabi
Muhammad saw.
Pada tahun 1912, tepatnya
tanggal 18 Nopember 1912,
Ahmad Dahlan pun mendirikan
organisasi Muhammadiyah untuk
melaksanakan cita-cita
pembaharuan Islam. Ia punya visi
untu melakukan suatu
pembaharuan dalam cara
berpikir dan beramal menurut
tuntunan agama Islam. Ia ingin
mengajak ummat Islam
Indonesia untuk kembali hidup
menurut tuntunan al-Qur'an dan
al-Hadits.
Berbagai tantangan ia hadapi
sehubungan dengan gagasan
pendirian Muhammadiyah itu.
Bahkan ia dituduh hendak
mendirikan agama baru yang
menyalahi agama Islam. Kiai
palsu. Sampai ada pula orang
yang hendak membunuhnya.
Namun rintangan-rintangan
tersebut dihadapinya dengan
sabar.
Dahlan teguh pada pendiriannya.
Pada tanggal 20 Desember 1912,
ia mengajukan permohonan
kepada Pemerintah Hindia
Belanda untuk mendapatkan
badan hukum. Permohonan itu
baru dikabulkan pada tahun
1914, dengan Surat Ketetapan
Pemerintah No. 81 tanggal 22
Agustus 1914. Tampaknya,
Pemerintah Hindia Belanda ada
kekhawatiran akan
perkembangan organisasi ini.
Sehingga izin itu hanya berlaku
untuk daerah Yogyakarta dan
organisasi ini hanya boleh
bergerak di daerah Yogyakarta
Namun, walaupun
Muhammadiyah dibatasi, tetapi
di daerah lain seperti Srandakan,
Wonosari, dan Imogiri dan lain-
lain tempat telah berdiri cabang
Muhammadiyah. Hal ini jelas
bertentangan dengan dengan
keinginan pemerintah Hindia
Belanda. Untuk mengatasinya,
maka KH. Ahmad Dahlan
menyiasatinya dengan
menganjurkan agar cabang
Muhammadiyah di luar
Yogyakarta memakai nama lain.
Misalnya Nurul Islam di
Pekalongan, Ujung Pandang
dengan nama Al-Munir, di Garut
dengan nama Ahmadiyah.
Sedangkan di Solo berdiri
perkumpulan Sidiq Amanah
Tabligh Fathonah (SATF) yang
mendapat pimpinan dari cabang
Muhammadiyah. Bahkan dalam
kota Yogyakarta sendiri ia
menganjurkan adanya jama'ah
dan perkumpulan untuk
mengadakan pengajian dan
menjalankan kepentingan Islam.
Perkumpulan-perkumpulan dan
Jama'ah-jama'ah ini mendapat
bimbingan dari Muhammadiyah,
yang di antaranya ialah Ikhwanul
Muslimin, Taqwimuddin, Cahaya
Muda, Hambudi-Suci, Khayatul
Qulub, Priya Utama, Dewan Islam,
Thaharatul Qulub, Thaharatul-
Aba, Ta'awanu alal birri, Ta'ruf
bima kan,u wal-Fajri, Wal-Ashri,
Jamiyatul Muslimin, Syahratul
Mubtadi (Kutojo dan Safwan,
1991: 33).
Gagasan pembaharuan Islam,
Muhammadiyah disebarluaskan
oleh Ahmad Dahlan dengan
mengadakan tabligh ke berbagai
kota, di samping juga melalui
relasi-relasi dagang yang
dimilikinya. Gagasan ini ternyata
mendapatkan sambutan yang
besar dari masyarakat di
berbagai kota di Indonesia.
Ulama-ulama dari berbagai
daerah lain berdatangan
kepadanya untuk menyatakan
dukungan terhadap
Muhammadiyah. Muhammadiyah
makin lama makin berkembang
hampir di seluruh Indonesia.
Oleh karena itu, pada tanggal 7
Mei 1921 Dahlan mengajukan
permohonan kepada pemerintah
Hindia Belanda untuk mendirikan
cabang-cabang Muhammadiyah
di seluruh Indonesia.
Permohonan ini dikabulkan oleh
pemerintah Hindia Belanda pada
tanggal 2 September 1921.
Dalam bulan Oktober 1922,
Ahmad Dahlan memimpin
delegasi Muhammadiyah dalam
kongres Al-Islam di Cirebon.
Kongres ini diselenggarakan oleh
Sarikat Islam (SI) guna mencari
aksi baru untuk konsolidasi
persatuan ummat Islam. Dalam
kongres tersebut,
Muhammadiyah dan Al-Irsyad
(perkumpulan golongan Arab
yang berhaluan maju di bawah
pimpinan Syeikh Ahmad Syurkati)
terlibat perdebatan yang tajam
dengan kaum Islam ortodoks
dari Surabaya dan Kudus.
Muhammadiyah dipersalahkan
menyerang aliran yang telah
mapan (tradisionalis-konservatif)
dan dianggap membangun
mazhab baru di luar mazhab
empat yang telah ada dan
mapan.
Muhammadiyah juga dituduh
hendak mengadakan tafsir
Qur'an baru, yang menurut kaum
ortodoks-tradisional merupakan
perbuatan terlarang. Menanggapi
serangan tersebut, Ahmad
Dahlan menjawabnya dengan
perkataan, "Muhammadiyah
berusaha bercita-cita
mengangkat agama Islam dari
keadaan terbekelakang. Banyak
penganut Islam yang
menjunjung tinggi tafsir para
ulama dari pada Qur'an dan
Hadits. Umat Islam harus kembali
kepada Qur'an dan Hadits. Harus
mempelajari langsung dari
sumbernya, dan tidak hanya
melalui kitab-kitab tafsir".
Sebagai seorang yang
demokratis dalam melaksanakan
aktivitas gerakan dakwah
Muhammadiyah, Dahlan juga
memfasilitasi para anggota
Muhammadiyah untuk proses
evaluasi kerja dan pemilihan
pemimpin dalam
Muhammadiyah. Selama
hidupnya dalam aktivitas
gerakan dakwah
Muhammadiyah, telah
diselenggarakan duabelas kali
pertemuan anggota (sekali dalam
setahun), yang saat itu dipakai
istilah Algemeene Vergadering
(persidangan umum).
Di samping aktif dalam
menggulirkan gagasannya
tentang gerakan dakwah
Muhammadiyah, ia juga tidak
lupa akan tugasnya sebagai
pribadi yang mempunyai
tanggung jawab pada
keluarganya. Sebagai salah
seorang keturunan bangsawan
yang menduduki jabatan sebagai
Khatib Masjid Besar Yogyakarta,
ia mempunyai penghasilan
cukup tinggi. Ia juga
berkecimpung sebagai seorang
wirausahawan yang cukup
berhasil dengan berdagang
batik.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More